Kandungan dalam rokok:
Zat nikotin. Nikotin menyebabkan gejala-gejala iritasi, gelisah, mudah kehilangan konsentrasi, tidur nggak nyaman, sakit kepala, batuk dan lain-lain.....bisa mati mendadak juga lho, sereeeeeeem.....
Beberapa penelitian menyebutkan efek dari kecanduan yang diakibatkan oleh nikotin jauh lebi berbahaya daripada kokain atau heroin, karena zat nikotin bisa menahan nafsu makan sehingga mereka jadi kurus.
Nikotin itu diterima oleh reseptor asetil kolin - nikotinik yang kemudian membaginya ke jalur imbalan dan jalur andrenergik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasakan rasa nikmat, memacu sistem dopaminergik. Hasilnya, perokok akan merasa lebih senang, daya pikir serasa lebih cemerlang dan mampu menekan rasa lapar. Sementara, di jalur andrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem andrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan serotonin. Meningkatnya serotonin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. Nikoten bersifat karsinogen ( memicu kanker)_____PARU - PARU. Racun dan zat karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau penyebab terjadinya kanker. Rokok mengandung 8 - 20 mg nikotin dan setelah dibakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25% dan hanya butuh waktu 15 detik untuk sampai ke otak manusia......jika dilakukan tiap hari berarti semakin cepat menuju kematian, siiiippp banget tuch, menuju mati aja hanya butuh waktu 15 detik...masih mau dilanjutkan dalam kehidupanmu? ingat nyawamu cuma satu sayang....
ASAP ROKOK
Asap rokok yang dihirup mengandung zat-zat seperti tar, karbonmonoksida, hydrogen sianida, logam berat dan radikal bebas. Tar berwarna cokelat dan lengket mengandung banyak bahan kimia diantaranya benzopyrene ( noda di gigi, kuku tangan dan jaringan paru-paru, kerusakan mulut, gigi, gusi dan sistem pencernaan). Sudah umum diketahui bahwa asap rokok memiliki benzo(a)pyrene dalam jumlah cukup banyak. Molekul ini adalah sejenis karsinogen (agen penyebab kanker) yang berbahaya dan terdapat didalam jelaga yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainya. Bahaya molekul yang ditemui dalam jelaga ini telah lama diketahui. Banyak anak yang bekerja sebagai pembersih cerobong asap di London sejak Kebakaran Besar 1666 (The Great Fire of 1666) terkena kanker testicular. Benzo(a)pyrene sendiri sebenarnya tidak menyebabkan kanker . Jaringan di dalam tubuh manusia memetabolisme bahan ini dengan cara menambah oksigen ke salah satu cincin molekulnya, mengubahnya menjadi molekul yang dinamakan epoksi idiol (diol epoxide). Kegunaan metabolisme ini adalah untuk membuat benzo(a)pyrene lebih mudah larut di dalam air, sehingga mudah untuk dikeluarkan dari tubuh. Sayangnya, strategi untuk mengeluarkan zat yang tak berguna bagi tubuh ini menjadi tidak karuan untuk benzo(a)pyrene, karena molekul yang terbentuk, epoksi idiol, tidak dikeluarkan oleh tubuh. Malahan, molekul ini menemukan cara untuk masuk ke inti sel, kemudian bereaksi dengan sel-sel DNA Epoksi idiol cepat sekali bereaksi dengan basa - basa Lewis, dan struktur DNA memiliki bagian yang merupakan basa-basa Lewis Tar yang terkandung dalam asap rokok juga memicu kaner tenggorokan. Menghisap rokok menyebabkan meningkatnya pengeluaran asam di dalam perut, perokok memiliki resiko tinggi mengidap kanker pankreas. Penyakit osteoporosis juga disebabkan oleh rokok dengan cara mencuri kalsium dari tulang sehingga mengakibatkan keretakan tulang bagi para perokok. Khususnya dilipatan pangkal paha sangat mudah diserang keretakan dan avascular necrosis yaitu kekacauan yang diakibatkan karena matinya tulang.
Karbonmonoksida merupakan komponen utama asap yang mampu mengikat hemoglobin yang sangat tinggi menyebabkan berkurangnya oksigen yang dibawa oleh setiap sel darah merah, membuat jantung memompa darah lebih berat ke seluruh tubuh untuk mengedarkan oksigen ke setiap sel-sel yang ada di seluruh tubuuh.
Bahan lain yang terkandung dalam asap: hydrocarbon, nitrous oxides, organics acids, phenols dan oxidizing agents. Radikal bebas adalah bahan kimia yang dapat merusak otot jantung dan pembuluh darah. Ketika bercampur dengan kolesterol yang mengakibatkan resiko kerusakan pembuluh arteri dan akhirnya menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Asap tembakau mengandung logam berat seperti arsenic dan cadmium.
Rokok merupakan benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan (kayak kuda kaleeeeeee). Dibalik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok ( perokok pasif).
- Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbonmonoksida dsb.
- Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung 3 kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengiritasi mata dan pernafasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalan raya yang macet.
- Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada maka jika uang yang dimilikinya terbatas.
Logam-logam berat seperti arsenik, kadmium dan timbal telah dideteksi dalam asap rokok, dengan menunjukkan bahwa unsur-unsur toksik ini bisa merambat sampai jarak berbeda-beda alam aliran udara.
Ketika meneliti logam-logam berat dalam asap rokok sampingan, para peneliti di perusahaan rokok Philip Morris US, menemukan tumpukan arsenik dalam cerobong asap yang digunakan dalam tahap pertama pada peralatan mereka. Fenomena ini tidak ditemukan untuk kadmium atau timbal. Mereka menganggap bahwa yang menyebabkan ini terjadi adalah bahwa arsenik bisa menjadi uap cair sedangkan kadmium dan timbal adalah partikular padat.
Michael Chang dan rekan-rekannya menggunkan sebuah alat yang disebut cerobong "ekor ikan" untuk menyalurkan asap dari sebatang rokok yang sedang terbakar menuju ke sebuah jet impactor yang mengumpulkan asap sebagai kondensat. Asap yang tersisa dilewatkan melalui sebuah saringan ester selulosa campuran untuk mencoba menangkap asap yang tersisa. Beberapa cara dicoba untuk mempersiapkan arsip yang telah berkondensasi pad bagian-bagian yang berbeda dari alat. Metode yang terbaik adalah pengambilan sampel adukan, yang melibatkan penggunaan deterjen Triton X-100 dan asam nitrat untuk membuat adukan dengan kondensat asap. Spektroskopi massa berpasangan induktif digunakan untuk menganalisis adukan. Deposisi persentase total arsenik yang lebih besar (20%), dibanding kadmium atau timbal ( kurang dari 5%) dalam cerobong tersebut menunjukkan bahwa unsur-unsur toksik dalam asap rokok bisa merambat secara berbeda dalam aliran udara dan bisa terdeposisi pada titik-titik berbeda. Para peneliti ini menduga perilaku ini disebabkan oleh perbedaan antara unsur fase padat (partikulat) dan cair (uap). Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/
To be continue.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar