Tahukah Anda bahwa setiap tanggal 31 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau ( World No Tobacco Day ), yang diperkenalkan pertama kali oleh Badan Kesehatan Dunia ( World Health Organization ) pada tahun 1987. "World Tobacco Day" bertujuan untuk selalu mengingatkan masyarakat akan bahaya merokok bagi kesehatan. Bagi Anda pecinta rokok, pernahkah berpikir akan bahaya ini? Tanyalah pada diri Anda sendiri dan coba maknai dari setiap jawaban yang Anda buat sendiri...
Pada tahun 2008, WHO mencatat terdapat sebanyak kurang lebih 5,4 juta orang meninggal yang diakibatkan oleh rokok di seluruh dunia. Perokok di Kawasan Asia Tenggara tercatat sebanyak 124 juta orang, sekitar 46 % adalah masyarakat Indonesia (karena Indonesia adalah surga dari perokok, kereeeeeeen kan?)....
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah: "Apakah peringatan tersebut efektif untuk menghentikan kebiasaan merokok?" jawabannya: TIDAK.
Lalu bagaimana cara yang efektif untuk menghentikan kebiasaan merokok?
"BERHENTILAH SEKARANG JUGA"
kita semua tahu, yang namanya rokok menyebabkan kecanduan, sehingga banyak orang yang ingin berhenti ( termasuk Anda, mungkin). Sampai detik ini, yang namanya rokok masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia selain narkoba dan miras oplosan, apakah HIV / AIDS juga (pastinya iya..). Survey pernah membuktikan bahwa setiap tahun lebih dari 430.000 orang meninggal karena kebiasaan merokok (bisa juga ini terjadi pada Anda tahun depan..........semoga saja tidak.) Dan hal tersebut tidak menyurutkan orang-orang baik anak di bawah umur, remaja bahkan dewasa sekalipun yang sudah terlanjur jatuh ke lubang racun tersebut untuk berhenti merokok, bahkan bisa kita lihat jumlah perokok semakin meningkat dari hari ke hari .Sebuah perkiraan menunjukkan bahwa setiap hari sekitar 3000 remaja mulai mencoba merokok dan sekitar 1000 remaja pada akhirnya meninggal karena racun tersebut.Ingat itu baru terjadi pada anak remaja, bagaimanakah untuk perhitungan bagi tingkat dewasa yang notabene punya lebih banyak uang untuk membeli rokok (daripada untuk ditabung demi masa depan dia dan keluarganya nanti, terlalu bodoh...)silahkan dikira-kira sendiri dan yakinlah hasilnya akan jauh lebih banyak daripada yang 3000 itu...woooowwww sungguh mengagumkan...
Masih menurut penelitian juga, di Amerika sana penyakit yang paling banyak disebabkan rokok adalah kanker paru-paru dan radang paru-paru akut, karena rokok mengandung lebih dari 19 bahan kimia penyebab kanker.Belum lagi kandungan tar dalam rokok Anda yang merusak jaringan pelindung paru-paru, belum lagi CO yang mengikat hemoglobin dalam darah Anda sehingga darah Anda kurang oksigen, belum lagi ini, belum lagi asapnya kalau terhirup perokok pasif lebih berbahaya, belum lagi ini, belum lagi itu...huuufffttt banyak sekali kalo kita bicara bahaya rokok.
Riset lain yang mengungkapkan bahaya asap rokok terhadap aspek biologis dan kimiawi tubuh manusia seperti: Studi pertama yang dilakukan dilaporkan di jurnal terkemuka Science edisi Oktober 1996 ( lumayan lama siech...) menyatakan bahwa: Gen P53 di dalam DNA tubuh manuasia berfungsi sebagai penekan tumor ( tumor suppressor), jika fungsinya dimatikan maka kemungkinan terjadinya tumor akan meningkat.Periset mengatakan bahwa Epoksi diol bereaksi dengan DNA di daerah Gen P53 yang diketahui mudah bermutasi. banyak kasus kanker paru-paru yang memiliki mutasi gen di daerah Gen P53 ini. Kesimpulan dari riset itu menyatakan bahwa benzo(a)pyrene dalam asap rokok adalah penyebab langsung mutasi gen yang diketahui berhubungan dengan paru-paru.
AS memang bukan negara satu-satunya yang sudah terjun menyadarkan masyarakatnya akan bahaya rokok. Australia, Selandia Baru, Singapura sudah lebih dulu memerangi rokok. Beberapa negara lain seperti Kanada dan Jerman akan mengikuti jejak AS. Irlandia yang terkenal dengan kebudayaan pub_nya (merokok sambil minum minuman beralkohol) akan menjadi negara Eropa pertama yang melarang merokok di pub - pub. Kapan Indonesia akan turut menyadarkan masyarakatnya? Awali dengan diri Anda dulu wahai pecinta rokok...
Studi lain?
Menunjukkan bahwa perokok yang menghisap 14 batang rokok sehari dan menghisap asap rokoknya sendiri karena merokok di ruang tertutup mengalami penambahan resiko yang setara dengan menghisap 2,6 batang rokok lagi. Hasil ini membantah asumsi sebelumnya yang menyatakan bahwa bahaya tambahan akibat menghisap asap rokok yang telah dihembuskan (seconhand) bisa diabaikan jika dibandingkan dengan resiko asap rokok yang secara langsung dihisap oleh perokok.
Dalam studi yang dipublikasikan di Environmental Health ini, peneliti menganalisis kontribusi paparan asap rokok dari luar (sconhand smoke) terhadap total karsinogen (komponen penyebab kanker dalam tembakau) pada 15 perokok yang bekerja sebagai agen surat kabar. Hasil menunjukkan, sumbangan karsinogen dari paparan asap luar (secondhand smoke) setara dengan 15 hingga 23% rokok biasa dan 21 hingga 34% rokok ringan (light cigarettes). Rata-rata perokok dalam studi tersebut menghisap 14 batang rokok. dengan menghisap kembali asap rokok mereka sendiri dari udara, tambahan karsinogen yang masuk ke tubuh mereka setara dengan menghisap 2,6 batang rokok reguler lagi. Selain itu, menghirup asap dari perokok lain dalam lingkungan setara dengan paparan karsinogen dari 1,3 batang rokok reguler lagi. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan karsinogen total dari kebiasaan merokok perokok itu sendiri serta paparan asap dari luar harus diperhitungkan dalam menentukan resiko kesehatan merokok.
(Disadur dari berbagai sumber)
To be continue.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar