note...

tulisan_ku
..................................................................................................................................................

Jumat, 25 Juni 2010

WOOW...

Enam Anak Balita Kecanduan Rokok
Jumat, 25 Juni 2010 | 07:18 WIB
JAKARTA, KOMPAS — Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat, hingga pertengahan tahun 2010 terdapat 6 kasus anak berusia 11 bulan, 2,5 tahun, dan 4 tahun yang kecanduan rokok, dari lima batang per hari hingga dua bungkus per hari. Dari anak balita perokok yang dipantau itu, lama masa merokok mereka antara 1,5 dan 2 tahun.

Data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) juga menunjukkan prevalensi perokok yang mulai merokok pada usia 5–9 tahun meningkat lebih dari 4 kali lipat sepanjang tahun 2001–2004. Sementara remaja usia 15–19 tahun meningkat hingga 144 persen selama tahun 1995–2004.

Hal ini dikemukakan Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, Kamis (24/6/2010) di Jakarta. ”Fenomena (anak) balita merokok ini bukti kelalaian pemerintah dalam menjamin hak hidup dan tumbuh kembang anak. Padahal, anak-anak yang merokok ini membutuhkan perlindungan khusus,” ujarnya.

Dari 6 kasus anak balita perokok itu, Komnas Perlindungan Anak kini tengah melakukan terapi pada anak balita yang kecanduan rokok bernama Al (2,5) dari Sumatera Selatan. Menurut penuturan ibunya, Al mulai merokok sejak usia 11 bulan. Al terbiasa merokok karena kerap bermain di lingkungan perokok. Kebiasaan Al sulit dihentikan karena setiap kali dilarang merokok Al akan menangis dan membenturkan kepala ke tembok.

Terapi


Psikolog anak Seto Mulyadi mengatakan, Al akan menjalani terapi dengan pendampingan selama 1 bulan dan 3–4 jam per hari di Jakarta. Sebelumnya, Mei lalu, Al pernah menjalani terapi. Hasilnya, Al bisa mengurangi kebiasaan merokoknya dari 3–4 bungkus per hari menjadi 1 bungkus per hari. Metode terapi untuk sementara dilakukan dengan bermain. Yang penting, kata Seto, anak tidak stres atau tegang karena itulah yang memicu anak merokok.

”Anak perlu proses belajar sosial lagi untuk mengubah kebiasaan. Paling tidak perlu waktu 2,5 tahun untuk itu,” kata Seto.

Seto menekankan pentingnya mengubah lingkungan anak berada. Selama lingkungan anak tidak berubah, perilaku merokok anak juga tak akan hilang. (LUK)

Apakah Anda sebagai seorang yang dianggap sudah dewasa punya niat untuk berhenti merokok bahkan sebagai pendukung gerakan anti rokok??? Jika ya, berarti suatu keajaiban baru telah lahir di dunia ini dan akan menjadikan generasi baru yang lebih sehat...

Naik 6,6 %, SUATU KEBANGGAAN???

Kinerja Emiten
Penjualan Rokok HMSP Naik 6,6 Persen
Jumat, 25 Juni 2010 | 13:35 WIB
KOMPAS.COM/IGNATIUS SAWABI
JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) pada kuartal pertama tahun ini meningkat 6,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Jumlah rokok yang terjual sebanyak 19,3 miliar batang.

Peningkatan penjualan rokok ini ditopang penjualan rokok sigaret kretek mesin sebesar 16,9 persen dan sigaret putih mesin sebesar 3,4 persen. Manajer komunikasi eksternal HMSP Meta Rostiawati mengatakan peningkatan penjualan ini semakin menegaskann HMSP sebagai pemimpin pasar rokok di Indonesia. "HMSP berhasil mempertahankan sebagai pemimpin pasar rokok dengan meraih pangsa pasar sebesar 28,8 persen," kata Meta dalam siaran persnya.

Peningkatan penjualan ini otomatis meningkatkan kinerja HMSP. Penjualan bersih pada kuartal pertama melonjak 13,9 persen menjadi Rp 10,38 triliun dari Rp 9,11 triliun. Sedangkan laba bersih HMSP juga meningkat 12 persen menjadi Rp 1,513 triliun. (Avanty Nurdiana/Kontan)

Berpikirlah sejenak, siapa yang untung dan siapa yang dirugikan....
Yang di atas sana boleh2 saja merasa puas, tapi apakah ada setitik saja perasaan dengan orang yang menggunakan output mereka??? haruskah disalahkan, tidak juga.
Kita kembalikan pada konsumen....apakah juga harus disalahkan....jawabannyapun sama...TIDAK JUGA.
Lalu siapa yang disalahkan??? masing2 sebagai seorang pribadi yang puny keinginan yang tak terbatas.
Pertama dilihat dari sisi sosial terutama tenaga kerja (mata pencaharian sebagai buruh pabrik), petani tembakau (sebagai mata pencaharian juga)...mereka memang harus dipikirkan juga...
ROKOK:
hasil karya manusia yang mempunyai pengertian menjadi 2 sisi:
BAIK & TIDAK BAIK
Anda boleh memilih diantara keduanya...

Penjualan rokok naik 6,6 %...banyak keuntungan...lebih banyak kerugian dan yang jelas semakin menjerumuskan manusia.......
Banggakah Anda sebagai penikmat rokok?

Quitsmoking

quitsmoking.com
  1. Believe in yourself. Believe that you can quit. Think about some of the most difficult things you have done in your life and realize that you have the guts and determination to quit smoking. It's up to you. Percayalah pada diir Anda sendiri. Percaya bahwa Anda pasti bisa. Pikirkan beberapa hal yang paling sulit Anda lakukan dalam hidup Anda dan menyadari bahwa Anda punya nyali dan tekad untuk berhenti merokok. Terserah Anda.
  2. After reading this list, sit down and write your own list, customized to your personality and way of doing things. Create you own plan for quitting.
  3. Write down why you want to quit (the benefits of quitting): live longer, feel better, for your family, save money, smell better, find a mate more easily, etc. You know what's bad about smoking and you know what you'll get by quitting. Put in on paper and read it daily.
  4. Ask your family and friends to support your decision to quit. Ask them to be completely supportive and non-judgmental. Let them know ahead of time that you will probably be irritable and even irrational while you withdraw from your smoking habit.
  5. Set a quit date. Decide what day you will extinguish your cigarettes forever. Write it down. Plan for it. Prepare your mind for the "first day of the rest of your life". You might even hold a small ceremony when you smoke you last cigarette, or on the morning  of the quit date.
  6. Talk with your doctor about quitting. Support and guidance from a physician is a proven way to better your chances to quit.
  7. Begin an exercise program. Exercise is simply incompatible with smoking. Exercise relieves stress and helps your body recover from years of damage from cigarettes. If necessary start slow, with a short walk once or twice per day. Build up to 30 to 40 minutes of rigorous activity, 3 or 4 times per week. Consult your physician before beginning any exercise program.
  8. Do some deep breathing each day for 3 to 5 minutes. Breathe in through your nose very slowly, hold the breath for a few seconds and exhale very slowly through your mouth. Try doing your breathing with your eyes closed and go to step.
  9. Visualize your away to becoming a non-smoker. While doing your deep breathing in step 8, you can close your eyes and begin to imagine yourself as a non-smoker. See yourself enjoying your exercise in step 7. See yourself turning down a cigarette that someone offers you. See yourself throwing all your cigarettes away, and winning a gold medal for doing so. Develop your own creative visualizations. Visualization works.
  10. Cut back on cigarettes gradually, if you cut back graduallybe sure to set a quit date on which you will quit.............
  11. Drink lots of water.
Good luck in your efforts to quit smoking. It's worth it!